• Jl. Poros Bulo No. 101 Lanrang, Kab. Sidrap, Prov. Sul-Sel
  • (0421) 93702
  • [email protected]
Logo Logo
  • Beranda
  • Profil
    • Overview
    • Visi & Misi
    • Struktur Organisasi
    • Tugas & Fungsi
    • Pimpinan
    • Satuan Kerja
    • Sumber Daya Manusia
  • Informasi Publik
    • Portal PPID
    • Standar Layanan
      • Maklumat Layanan
      • Waktu dan Biaya Layanan
    • Prosedur Pelayanan
      • Prosedur Permohonan
      • Prosedur Pengajuan Keberatan dan Penyelesaian Sengketa
    • Regulasi
    • Agenda Kegiatan
    • Informasi Berkala
      • LHKPN
      • LHKASN
      • DIPA
      • RKAKL/ POK
      • Laporan Kinerja
      • Capaian Kinerja
      • Laporan Keuangan
      • Laporan Realisasi Anggaran
      • Laporan Tahunan
      • Daftar Aset/BMN
    • Informasi Serta Merta
    • Informasi Setiap Saat
      • Daftar Informasi Publik
      • Standar Operasional Prosedur
      • Daftar Informasi Dikecualikan
      • Rencana Strategis
      • Kerjasama
      • Surat Menyurat Pimpinan
  • Publikasi
    • Buku
    • Pedum/ Juknis
    • Infografis
  • Reformasi Birokrasi
    • Manajemen Perubahan
    • Deregulasi Kebijakan
    • Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
    • Penataan dan Penguatan Organisasi
    • Penataan Tata Laksana
    • Penataan Sistem Manajemen SDM
    • Penguatan Akuntabilitas
    • Penguatan Pengawasan
  • Layanan
Thumb
2 dilihat       11 September 2026

IndexPolitica: Kinerja Mentan Amran Raih Skor 91, Tertinggi di Kabinet

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman meraih skor kinerja tertinggi di antara para menteri Kabinet Merah Putih dalam evaluasi Government Performance Assessment yang dirilis lembaga riset politik dan kebijakan publik, IndexPolitica Indonesia.

Dalam evaluasi itu, Mentan memperoleh skor 91, menempati peringkat pertama dari 10 menteri dengan kinerja terbaik. Posisi berikutnya ditempati Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani dengan skor 89, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa 87, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti 86, serta Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin 85.

Penilaian IndexPolitica ini menitikberatkan pada pencapaian kinerja kementerian yang dapat diukur dan diverifikasi, bukan pada popularitas maupun tingginya eksposur media seorang menteri. Evaluasi menggunakan pendekatan Evidence-Based Government Performance Evaluation dengan metode Multi-Criteria Decision Analysis (MCDA).

Founder sekaligus peneliti senior IndexPolitica Indonesia Denny Charter mengatakan, kinerja dan popularitas merupakan dua hal yang berbeda.

Menurutnya, seorang menteri dapat memiliki tingkat pemberitaan tinggi, tetapi hal tersebut tidak otomatis menunjukkan kinerja terbaik.

"Yang kami ukur adalah kinerja, bukan popularitas. Menteri yang sering diberitakan belum tentu menteri dengan kinerja terbaik," kata Denny.

IndexPolitica menilai kinerja kementerian melalui enam dimensi dengan total bobot 100 persen, yakni Policy Output sebesar 20 persen, Policy Outcome 25 persen, Implementation Effectiveness 20 persen, Public and Economic Impact 15 persen, Policy Innovation 10 persen, serta Intergovernmental Coordination 10 persen.

Aspek policy outcome menjadi bobot terbesar karena mengukur perubahan atau hasil substantif yang muncul sebagai konsekuensi dari kebijakan pemerintah.

Dengan pendekatan tersebut, evaluasi tidak berhenti pada seberapa banyak program dijalankan, tetapi melihat sejauh mana program menghasilkan perubahan yang dapat dibuktikan.

Dalam konteks Kementerian Pertanian (Kementan), IndexPolitica memaparkan sejumlah indikator sektoral yang dapat digunakan untuk melihat kinerja, antara lain produksi pangan, stok, dan produktivitas. Indikator tersebut menjadi bagian dari ukuran output dan outcome yang dapat diverifikasi melalui data sektoral.

Penilaian ini sejalan dengan berbagai capaian sektor pertanian yang dalam dua tahun terakhir diarahkan pada peningkatan produksi, penguatan stok pangan, peningkatan produktivitas, serta percepatan program yang langsung menyentuh petani.

Berbagai kebijakan Kementan dijalankan melalui penguatan irigasi dan pompanisasi, penyediaan benih, mekanisasi pertanian, pupuk, serta percepatan tanam dan peningkatan produktivitas.

IndexPolitica menegaskan bahwa metodologi yang digunakan bertujuan membedakan kementerian dengan banyak aktivitas atau pemberitaan, dengan kementerian yang mampu menghasilkan perubahan kebijakan dan output yang terukur.

"Popularitas adalah persepsi. Kinerja adalah delivery. Karena itu, keduanya tidak boleh dicampur dalam satu indikator," tutup Denny.

Skor tertinggi yang diraih Mentan Amran menempatkan sektor pertanian sebagai salah satu bidang yang dinilai memiliki indikator output dan outcome yang relatif jelas, serta dapat diverifikasi melalui data sektoral.

(rea/rir) CNN

Prev Next

- Admin BRMP Aneka Umbi


Pencarian

Berita Terbaru

  • Thumb
    Mentan Amran: PM-AAS Gandakan Hasil Panen, Pendapatan Ikut Naik
    03 Sep 2026 - By Admin BRMP Aneka Umbi
  • Thumb
    Siap Didistribusikan, Panen Setek Ubi Jalar di IP2MP Bontobili
    15 Agu 2026 - By Admin BRMP Aneka Umbi
  • Thumb
    Karakterisasi SDG Ubi Jalar di Kebun IP2MP Bontobili
    13 Agu 2026 - By Admin BRMP Aneka Umbi
  • Thumb
    Kementan Gelar Evaluasi Layanan Informasi Publik 2026 Guna Dorong Swasembada Pangan
    10 Agu 2026 - By Admin BRMP Aneka Umbi

tags

Kementan Kementerian Pertanian anekaumbi

Kontak

(0421) 93702
(0421) 93701
[email protected]

Jl. Poros Bulo No. 101 Lanrang
Desa. Timoreng Panua, Kec. Panca Rijang
Kab. Sidenreng Rappang - Sulawesi Selatan
Indonesia
91651

https://anekaumbi.brmp.pertanian.go.id/

© 2026 - 2026 Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Aneka Umbi. All Right Reserved